Buat teman-teman, Saya ucapin "Selamat Datang di Blog saya yang baru". Lewat blog ini, saya hanya ingin share tulisan tentang pengalaman, cerita, ilmu ataupun sesuatu pengetahuan yang mungkin bisa bermanfaat buat kawan-kawan semua atau setidaknya sedikit banyak bisa memberi manfaat bagi teman-teman yang sudah membacanya. Saya juga harapkan adanya kritikan yang membangun dari kawan-kawan semua demi terciptanya blog saya agar lebih bagus lagi dari segi kualitas isi dan bacaannya. AMIN
Tampilkan postingan dengan label Al-Mahdi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Mahdi. Tampilkan semua postingan
Imam Mahdi : Suatu Kajian Teks (Ust. Hasan Rahmat)
Mahdi Menurut Bahasa
Mahdi artinya penunjuk jalan; pemimpin. Imam Mahdi adalah pemimpin (yang dianggap suci) yang akan datang ke dunia apabila hari kiamat hampir tiba (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1990 hal. 543). Mahdi dari bahasa Arab (Al-Mahdiyy), artinya orang yang dipimpin Allah kepada kebenaran. Mahdi adalah salah satu julukan bagi imam suci yang kedua belas.
Imam Mahdi dalam Alquran
Di dalam Alquran yang mulia tidak terdapat ayat-ayat yang jelas dan tegas tentang imamah, khilafah, dan kepemimpinan Al-Imam Al-Mahdi ‘alaihissalam, tetapi isyarat-isyarat ke arah itu ada, misalnya, saja dalam firman-firman Allah Azza wa Jalla berikut ini :
"Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukainya." (QS At-Taubah, 9 : 32).
"Dia yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan ajaran yang benar untuk dimenangkan-Nya atas seluruh ajaran, kendatipun orang-orang musyrik membencinya," (QS At-Taubah, 9 : 33).
"Dia yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan ajaran yang benar untuk dimenangkan-Nya atas seluruh ajaran, kendatipun orang-orang musyrik membencinya," (QS Ash-Shaff, 61: 9).
"Dia yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan ajaran yang benar untuk dimenangkannya atas ajaran seluruhnya, dan cukuplah Allah sebagai saksi, " (QS Al-Fath, 48 : 28).
Kata Imam Ja’far Ash-Shadiq bahwa kemenangan Islam hingga menguasai dunia ialah pada zaman Al-Mahdi (Al-Mizan fi Tafsir Al-Quran 9 : 225). Kata As-Sudi bahwa kemenangan Islam atas ajaran seluruhnya itu ialah pada masa Al-Mahdi (Tafsir Al-Fakhr Ar-Razi 16 : 42).
Al-Mahdi dalam As-Sunnah
Banyak hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah Saww tentang Al-Mahdi; tentang namanya, kun-yahnya, gelarannya, nasabnya, sifat-sifatnya, tentang apa yang akan dilakukannya, imamah dan khilafahnya, ghaibah (kegaiban) serta zhuhur (kemunculannya) dan sebagainya. Sejumlah sahabat Rasulullah Saww telah meriwayatkan hadis-hadis dari Rasulullah Saww yang berkenaan dengan Al-Mahdi seperti Imam ‘Ali as, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar, Abu Hurairah, Thalhah, Abu Sa’id Al-Khudri, Ummu Salamah dan lain-lain.
Nama dan Nasabnya serta Keadilan yang Akan Ditegakkan pada Masa Kemunculannya
Telah diriwayatkan yang sanadnya dari Ashim bin Bahdalah dari Zirrin dari Abdullah, dia telah berkata : Telah bersabda Rasulullah Saww : "Dunia tidak akan lenyap sampai seorang lelaki dari Ahli-baitku yang namanya sama denganku menguasai bangsa Arab," (HR At-Tirmidzi 2 : 36 cet. Bulaq).
"Tidak akan terjadi saat (kiamat) hingga berkuasa seorang lelaki dari Ahli-Baitku yang namanya sama dengan namaku," (Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal 1 : 376).
Sabdanya, "Akan tampil seorang lelaki dari Ahli-baitku yang namanya sama dengan namaku dan perawakannya menyerupai perawakanku lalu ia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan kebenaran sebagaimana sebelumnya bumi ini telah diliputi kezaliman dan kesesatan," (Hadis ini telah dikeluarkan oleh Ath-Thabrani dari Ibnu Mas’ud, Kanz Al-Ummal 7 : 188).
Dari Hudzaifah, "Sesungguhnya Nabi Saww telah bersabda,"Seandainya usia dunia tinggal satu hari lagi, niscaya Allah akan memperpanjang hari itu sampai Dia membangkitkan seorang lelaki dari (keturunan) anakku yang namanya seperti namaku". Salman berkata, "Dari anakmu yang mana, wahai Rasulullah ?" Beliau bersabda, "Dari keturunan anakku ini, " sambil beliau menepukkan tangannya kepada Al-Husain as (Dakhair Al-‘Uqba).
Nabi Isa Turun Setelah Imam Mahdi Muncul dan Shalat Di Belakangnya
Di dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan secara implisit bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam akan turun setelah Imam Mahdi as muncul (Shahih Bukhari 2 : 256 cet. Dar Al-Fikr).
Di dalam Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal 3 : 345 telah diriwayatkan dengan sanadnya dari Jabir bahwa dia telah mendengar Nabi Saww bersabda, "Senantiasa segolongan dari umatku berperang di atas kebenaran mereka menang hingga hari kiamat tiba, lalu turunlah Isa putra Maryam, kemudian berkatalah pemimpin mereka (Al-Imam Al-Mahdi) : "Mari shalat (sebagai imam) bagi kami." Dia (Nabi Isa) bersabda, "Tidak, sesungguhnya engkau pemimpin bagi mereka, sungguh Allah telah memuliakan umat ini."
Di dalam Al-Shawaiq Al-Muhriqah, Ibnu Hajar telah berkata : Ath-Thabrani telah mengeluarkan hadis secara marfu : ‘"Al-Mahdi akan memperhatikan ketika Isa bin Maryam telah turun seolah air menetes dari rambutnya, kemudian Al-Mahdi akan berkata : "Silakan ke depan shalat (sebagai imam) bagi manusia." Isa ‘alahissalam berkata, "Shalat telah di-iqamah-kan untukmu," kemudian dia shalat di belakang seorang lelaki dari keturunanku.’" (Al-Shawaiq Al-Muhriqah, hal. 98).
Bacalah hadis-hadis tentang Al-Imam Al-Mahdi as di dalam kitab-kitab berikut ini : Sunan At-Tirmidzi 1 : 36 cet. Bulaq; Sunan Abi Dawud di dalam kitab "Al-Mahdi"; Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal 1 : 99, 376-377, 430, 448; juz 3 : 17, 28, 98-99, 317, 345, 367, 384, dan juz 2 : 336; Shahih Ibnu Majah dalam "Abwab Al-Jihad" dan "Abwab Al-Fitan"; Al-Mustadrak 4 : 460, 463, 502, 514, 554, 557-558; Majma’ Al-Zawaid 7 : 314-317; Kanz Al-‘Ummal 7 : 189; 260-261; Shahih Muslim dalam "Kitab Al-Fitan"; Qashash Al-Anbiya hal. 554; Hilyah Al-Auliya 3 : 184; Usud Al-Ghabah 1 : 259 dan lain-lain.
Imamah dan Kegaibannya
Telah diriwayatkan dengan sanad sampai kepada Imam Muhammad Al-Baqir as bahwa ia telah mendengar Jabir bin ‘Abdullah Al-Anshari berkata : "Saya masuk ke rumah Fathimah Az-Zahra – ‘alaihassalam – dan di hadapannya ada sebuah papan yang memuat nama-nama para washi’ (penerima wasiat), lalu saya hitung semuanya ada dua belas nama, yang terakhir adalah Al-Qa’im (Imam Mahdi), tiga orang mereka dari mereka bernama Muhammad [yang dimaksud adalah Muhammad Al-Baqir, Muhammad Al-Jawad, Muhammad Al-Mahdi –red.], dan empat orang dari mereka bernama ‘Ali [yang dimaksud adalah Imam ‘Ali bin Abi Thalib, ‘Ali bin Husain As-Sajjad, ‘Ali bin Musa Ar-Ridha, ‘Ali bin Muhammad Al-Hadi –red.], shalawat Allah semoga dicurahkan kepada mereka semua." (Sirah Al-A’immah Al-Itsna ‘Asyar 2 : 529).
Ash-Shadiq telah meriwayatkan di dalam Al-Ikmal dan kitab lainnya dari sejumlah muhadditsin terpercaya pengikut Ahlul Bait dengan sanadnya sampai kepada Al-Asbagh bin Nubatah bahwa ia telah berkata :
Saya telah datang kepada Amirul Mukminin (‘Ali bin Abi Thalib) as lalu saya melihat dia sedang bertafakkur memperhatikan bumi. Saya berkata, "Apakah Anda senang kepadanya ?" Beliau berkata, "Tidak, demi Allah, aku tidak senang kepadanya dan juga kepada dunia satu hari pun. Akan tetapi aku sedang berpikir tentang anak yang akan lahir yang kedua belas dari keturunanku. Dia adalah Al-Mahdi. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi ini telah diliputi dengan kezaliman dan ketidakadilan. Dia akan mengalami kegaiban ketika pada masa itu sebagian orang tersesat dan yang lainnya mendapat hidayah."
Saya bertanya, "Wahai Amirul Mukminin, apakah ini akan terjadi ?"
Beliau berkata, "Ya, sesungguhnya dia [Al-Mahdi] akan diciptakan. Sesungguhnya aku dengan ilmu menceritakan ini kepadamu, wahai Asbagh ! Mereka [para imam] itu adalah orang-orang terbaik dari ‘itrah ini."
Saya berkata, " Apa yang bakal terjadi setelah itu ?"
Beliau berkata, ""Allah akan berbuat menurut yang Dia kehendaki." (Sirah Al-A’immah Al-Itsna ‘Asyar 2 : 528).
Fase Kegaiban
Imamah Al-Mahdi as dimulai sejak ayahnya wafat tahun 260 H. Ketika itu Imam Mahdi berusia empat setengah tahun. Setelah itu hingga waktu yang dikehendaki Allah terjadilah kegaiban atas beliau. Kegaiban beliau terbagi kepada dua fase : kegaiban kecil (ghaibah shugra) dan kegaiban besar (ghaibah kubra).
Selama beliau dalam kegaiban kecil, beliau berhubungan dengan para pengikutnya atas perantaraan duta-dutanya yang empat secara bergantian. Duta atau safir yang pertama adalah Utsman bin Sa’id Al-’Umari, kemudian digantikan oleh putranya, Muhammad bin Utsman Al-‘Umari. Setelah duta kedua wafat digantikan oleh duta yang ketiga yaitu Al-Husain bin Ruh An-Naubakhti dan setelah wafat, beliau lalu diganti oleh ‘Ali bin Muhammad As-Samari, dia dipilih sebagai duta terakhir. Duta yang keempat ini wafat pada 329 H, ketika usia Imam Mahdi ‘alaihissalam 74 tahun. Jadi kegaiban kecilnya berlangsung selama 69,5 tahun. Sedangkan kegaiban besarnya dimulai dari dari tahun 329 H sampai waktu yang dikehendaki Allah Azza wa Jalla.
Tentang dua fase kegaiban ini Imam Ja’far Ash-Shadiq as telah berkata, "Sesungguhnya bagi yang mempunyai perintah ini (Imam Mahdi –red.) ada dua kegaiban. Salah satunya sangat panjang hingga sebagian orang berkata, ‘Dia telah wafat’, dan sebagian lagi mengatakan, ‘Dia telah pergi’, sehingga tidak tinggal atas perkaranya dari sahabat-sahabatnya melainkan sekelompok kecil," (Mizan Al-Hikmah I : 28; Bihar Al-Anwar 52 : 153).
Muhammad Al-Baqir as telah berkata, "Sesungguhnya bagi Al-Qa’im ada dua kegaiban. Dikatakan kepada salah satunya : ‘Dia telah wafat’, dan sebenarnya dia tidak diketahui pada lembah yang mana dia menempuh," (Mizan Al-Hikmah 1 : 281; Bihar Al- Anwar 52 : 156).
Hikmah Kegaiban
Para perawi hadis telah menyebutkan tentang kegaiban Imam Muhammad Al-Mahdi bin Hasan Al-‘Askari ‘alaihimmassalam dan sebab-sebabnya. Mereka telah meriwayatkan dari Imam Ja’far Ash-Shadiq dan dari Imam Musa bin Ja’far ‘alaihimmassalam, bahwa Allah Swt telah menyembunyikan kelahiran dan kegaibannya dari manusia agar tidak ada bai’at di pundaknya kepada seseorang, sebagaimana mereka telah meriwayatkan dari Muhammad Al-Baqir as bahwa dia telah gaib karena "takut" kepada Bani Al-‘Abbas, dan pada riwayat Abdullah bin Al-Fadhl Al-Hasyimi disebutkan : Imam Ja’far Ash-Shadiq as telah berkata ketika menjawab pertanyaan orang yang bertanya kepadanya tentang hikmah di dalam kegaibannya : "Sesungguhnya perkara ini hikmahnya tidak terbuka wajah hikmah pada apa-apa yang telah Allah berikan kepada Nabi Khidir as melainkan setelah dia berpisah dari Musa as." Kemudian Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata, "Sesungguhnya perkara ini adalah perkara Allah dan rahasia ini dari rahasia-rahasia-Nya serta kegaiban ini dari kegaiban-Nya. Jika kita yakin bahwa Dia adalah Mahabijaksana, kita tentu membenarkan bahwa perbuatan-pebuatan-Nya seluruhnya pasti hikmah di dalamnya, sekalipun wajah hikmah tersebut tidak terbuka bagi kita".
Jadi masalah kegaiban Al-Mahdi itu kita kembalikan saja kepada Allah Azza wa Jalla sebagaimana disebutkan di dalam riwayat ‘Abdullah bin Al-Fadhl dari Imam Ja’far Ash-Shadiq as bahwa tidak lain kewajiban kita melainkan menerima dan menetapi (taslim dan iltizam) kepada apa yang telah ditentukan oleh kehendak-Nya.
Rasulullah Saww telah ditanya, "Apakah para pengikut Ahlul Bait akan mendapatkab manfaat dengan Al-Qa’im pada masa kegaibannya ?" Beliau menjawab, "Ya, demi Yang telah membangkitkanku dengan kenabian. Sesungguhnya mereka akan mendapatkan cahaya dengan nur wilayahnya pada masa kegaibannya itu, seperti orang-orang mendapatkan manfaat dengan matahari sekalipun terhalang awan," (Mizan Al-Hikmah 1 : 289).
Imam Muhammad Al-Mahdi as sendiri telah berkata : "...adapun dari segi mendapatkan manfaat denganku pada masa kegaibanku nanti adalah seperti mendapatkan manfaat dari di kala tidak terlihat karena tertutup awan, dan sesungguhnya aku adalah pengaman bagi penduduk bumi sebagaimana bintang-bintang sebagai pengaman bagi penduduk langit." (Mizan Al-Hikmah 1 : 289).
Beriman kepada Qudrah dan Iradah Allah serta Taslim kepada Sabda Nabi yang Dia "La Yanthiqu ‘An Al-Hawa"
Mungkin ada orang yang merasa keberatan menerima imamah Al-Mahdi, karena ia gaib dan usianya yang yang begitu panjang. Sampai saat ini beliau telah berusia 1164 tahun, meskipun telah banyak orang-orang yang sebelum Al-Mahdi telah dipanjangkan umurnya, seperti Nabi Isa ‘alaihissalam, dan Alquran telah menyangkal dan mendustakan orang-orang Yahudi yang mengklaim telah membunuhnya; Nabi Nuh ‘alaihissalam telah dipanjangkan usianya lebih dari seribu tahun; dan seandainya hidupnya Al-Masih putra Maryam masih samar bagi kita, maka usia Nabi Nuh ‘alaihissalam yang dikisahkan Alquran kepada kita adalah sebaik-baik saksi, bahwa manusia ada yang hidup dalam zaman yang panjang. Di dalam hadis dan tarikh disebutkan orang-orang yang telah dipanjangkan usianya, barangkali bisa menguatkan hal ini. Di antaranya : Luqman bin Ka’ab yang dikenal dengan Al-Mustaughir 400 tahun, dia wafat sebelum Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saww muncul, ‘Abdulmasih bin Baqlah Al-Ghasani lebih dari 350 tahun, Nabi Khidir ‘alaihissalam hidup pada zaman yang panjang, menurut kebanyakan kabar beliau sekarang masih hidup, dan Ash-habul Kahfi hidup ratusan tahun, mereka ditidurkan Allah ‘Azza wa Jalla di dalam gua selama 309 tahun.
Kesimpulan
Imam Mahdi adalah khalifah Rasulullah yang kedua belas. Nama beliau adalah Muhammad bin Hasan Al-‘Askari. Beliau dilahirkan pada tahun 255 H. Setelah ayahnya wafat (260 H), imamah pindah kepadanya sejak itu sampai usia beliau mencapai 74 tahun. Beliau kerap kali berada di rumah ayahnya, beliau tidak berhubungan dengan para pengikutnya atau dengan umat secara langsung melainkan dengan perantaraan duta-dutanya yang empat dan itulah yang disebut dengan ghaibah shugra (kegaiban kecil). Dan ketika pencarian atas beliau diperketat dan rumahnya dikepung, beliau keluar dengan inayah Allah ‘Azza wa Jalla sebagaimana telah terjadi atasnya lebih dari satu kali, dan sejak beliau meninggalkan rumahnya sampai Allah mengizinkan beliau muncul disebut ghaibah kubra (kegaiban besar).
Imam Mahdi adalah imam yang kedua belas, dari Ahlul Bait Nabi Saww, beliau keturunan Fathimah Az-Zahra’ as atau keturunan Imam Husain as. Menurut nubuwah (ramalan) Nabi Muhammad Saww beliau akan muncul nanti untuk tampil memimpin dunia. Beliau akan memenuhi bumi ini dengan kebenaran dan keadilan sebagaimana bumi ini telah diliputi sebelumnya diliputi oleh kezaliman dan kesesatan. Allah akan men-zhahir-kan Islam ini dengan kemunculan beliau sekalipun orang-orang kafir, musyrik, dan munafik membencinya.[]
SUMBER :
http://aljawad.tripod.com/arsipbuletin/imammahdi.htm
Masuklah Ke Dalam Islam Secara Sempurna, Maka Anda Akan Selamat!
Benarkah Imam Al-Mahdi berasal dari Indonesia ?
“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali 'Imran (3): 189-190).
Sungguh, kita patut berbangga dengan status sebagai negara Islam terbesar di dunia, dengan jumlah penduduk tidak kurang dari 200 juta dan termasuk negara paling kaya akan hasil alamnya, terbanyak jumlah pulaunya, paling strategis letak geografisnya. Kita memiliki pemain bulu tangkis peringkat pertama dunia, memiliki pulau terbanyak, dan terkatagori penghasil bahan tambang terbesar di dunia. Indonesia penghasil timah no. 1 di dunia, penghasil batu bara no 3 di dunia, penghasil tembaga no. 4 di dunia, penghasil nikel no. 5 di dunia, pengahsil emas no. 7 di dunia, Penghasil 80% minyak di Asia Tenggara, penghasil 35% gas alam cair di dunia. (PriceWaterhouseCoopers).
Indonesia Mayoritas Muslim, Tapi Termasuk Negara Terkorup di Dunia?
Tapi betapa sangat mirisnya kita ketika mendengar dari berbagai LSM independen kelas dunia yang mengkatagorikan indonesian is the big muslim coruption. Mengapa bangsa yang mayoritas muslim ini menjadi salah satu negara terkorup ke 6 di dunia, tidak ada bedanya dengan negara Kenya. (sumber Transparency International). Ternyata, bukan hanya terkorup, tapi juga memiliki berbagai macam sebutan dan keruwetan yang lain. Di mulai dari tingkat pendidikan Indonesia adalah paling rendah di Asia. Total hutang LN Indonesia hampir US$ 150 milyar (setara dengan Rp 1.380 triliun) sedangkan hutang DN Rp 650 triliun, sehingga total hutang Indonesia Rp 2.030 triliun (Revrisond Baswir, 2003).
Pendapatan per kapita Indonesia hanya 830 dolar AS (2002), jauh dari Thailand (US$ 1.987) atau Malaysia (US$ 3.400) yang juga sama-sama terkena krisis ekonomi 1997-1998. Terdapat 62 juta jiwa (28,44 %) penduduk miskin (BPS, 2005). Jumlah pengangguran terbuka per Oktober 2005 sebanyak 11,6 juta orang atau 10,84% (BPS, Kompas 19/12/05). Angka pengangguran sarjana di Indonesia lebih dari 300.000 (Ditjen Dikti, Depdiknas, 2000). teror bom dimana-mana, kejahatan merajalela, terjajah dan terpuruk dalam berbagai dimensi.
Indonesia mempunyai pabrik ekstasi terbesar nomor tiga (setelah yang ada di Fiji dan Cina) di dunia. Di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Serang, Banten ditemukan pabrik yang dapat memproduksi ekstasi sebanyak 100 kilogram per pekan. Harga 1 kg ekstasi dapat menghasilkan 10 ribu pil dengan harga Rp 100 ribu per butir, maka pabrik tersebut dapat menghasilkan Rp 1 triliun per pekannya. Dan baru-baru ini, rabu 19 Maret 2008, telah ditemukan sebanyak 600 kg ekstasi dengan nilai Rp. 650 miliyar.
Indonesia memiliki pengguna narkoba dengan estimasi sudah mencapai 3 juta orang, dengan pengguna narkoba suntik lebih dari 1 juta orang (Reid G, 2002). Dari 30-93% pemakai narkotika terinfeksi HIV, terutama pengguna narkotika suntik. (Reid & Costigan, January 2002). Diperkirakan epidemi HIV/AIDS akan terus mengalami peningkatan, ada 12-19 juta orang rawan untuk terkena HIV dan diperkirakan ada 95.000-130.000 penduduk yang tertular HIV. (Depkes, 2004). Faktor yang sangat berpengaruh pada penularan HIV/AIDS adalah perilaku seks berisiko tinggi. Dengan semakin maraknya industri seks, kian banyak pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) suntik. Di Jakarta, kasus baru infeksi HIV mencapai lebih dari 100 pasien per bulannya.
Indonesia berada di urutan kedua setelah Rusia sebagai surga bagi pornografi. (Associated Press/Republika, 17/07/2003). Bisnis prostitusi, yang melibatkan anak-anak di bawah umur 16 tahun sekitar 1 juta anak di Asia, terbanyak ada di Thailand dan Indonesia. (Data ECPAT/End Child Prostitution and Trafficking).
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusai, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka merasakannya dan kembali (ke jalan yang benar)”. (QS ar-Ruum (31) 41).
Sangat wajar, jika bangsa ini terus menerus mendapat bencana dan kehinaan, dari mulai bencana alam, sampai bencana hancurnya kredibilitas dan hilangnya wibawa sebagai sebuah bangsa yang merdeka, predikat negara hobi KKN, dan terkenal di luar negeri sebagai negara tukang ngutang, tukang palak, tukang gusur wong cilik, tukang ramal, tukang naikin BBM, tukang obat yang lebih banyak ngecap dan propaganda daripada kerja, tukang nyanyi di atas bertambahnya orang miskin, orang gila, pengangguran, munculnya krisis pangan, mahalnya sembako, mahalnya pendidikan, obat-obatan, dll. Sesungguhnya tantangan yang tidak sederhana untuk kita selesaikan bersama. Kita harus menjawab opini negatif mereka dengan kerja, bukan dengan tebar pesona, dengan keringat dan darah bukan dengan justru meminta fasilitas dari pajak rakyat yang sudah sengsara.
“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan persaudaraan (kekeluargaan)? Mereka itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci? Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka”. (QS. Muhammad (47):22-24)
Apakah Anda Termasuk Kontributor Atau Hanya Menjadi Komentator?
Demikian parahkan kondisi bangsa kita? Kelihatnnya, kita harus mulai jujur kepada diri kita, apa yang selama ini kita berikan dan lakukan untuk negeri tercinta ini. Apakah kita termasuk kontributor atau komentator? Termasuk pemain atau penonton? Kita harus menyadari, bahwa mayoritas kita, masih jauh dari nilai-nilai luhur Islami. Kenyataannya, kita kadang masih malas, pesimis, sombong, egois, iri, dengki, ghibah, tidak tepat waktu, tidak disiplin, tidak konsisten, tidak rapih, tidak jujur, tidak semangat, bahkan disinyalir ada sebagian dari ummat ini yang nekat menjadi koruptor, teroris, politisi busuk, germo, bandar judi, pengkhianat, tukang tawuran, tukang ramal, tukang kawin, dll.
Harusnya, bagaimanapun kondisi bangsa ini, tidak menjadi dalil (argumentasi) dan pembenaran kita untuk lari dari kenyataan dan membenci bangsa sendiri. Bukankah Rasulullah mengatakan, bahwa kita adalah satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh ini sakit, maka akan dirasakan oleh sekujur tubuh, aib saudara kita adalah aib kita sendiri, kebahagiaan dan kesuksesan mereka adalah kesuksesan kita juga. Kita juga ingat firman Allah yang mengatakan bahwa semua pasti ada solusinya. “Allah tiada membebani seseorang melainkan sesuai kadar kesanggupannya. Baginya pahala dari apa yang dia kerjakan, dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang ia kerjakan. (QS. Al Baqarah (2): 286)
Andalah Yang Menjadi Imam Mahdinya?
Kita harus sadar, bahwa semuanya yang terjadi terhadap bangsa ini, merupakan sebagian dari tantangan kita. Kita ditakdirkan menjadi bagian dari ummat Islam dan bangsa Indonesia ini, yang tidak mungkin terlepas dengan semua dimensi problematika yang terjadi di negeri ini. Kita tidak perlu bermimpi kedatangan Imam Mahdi (dewa penyelamat) untuk negeri ini, karena untuk saat ini, andalah yang harus menjadi Imam Mahdinya, yang diharapkan menjadi bagian dari solusi negeri ini, yang harus mulai siap mempersembahkan hidup dan mati untuk Allah SWT dan untuk bangsa ini.
Seorang James Yee, patriot korban paranoid militer Amerika Serikat menjadi contoh real untuk memotivasi kita menjadi bagian dari solusi bangsa ini. Dalam bukunya yang berjudul “For God and Country” ia mengatakan, “Aku bersumpah akan mengabdi pada negaraku dan Tuhanku, sebagai ulama militer (chaplain) bagi tentara Muslim Amerika Serikat, apapun rintangannya dan apapun tantangannya, tujuan saya telah bulat bahwa hidup dan mati saya untuk negara dan Tuhan”. Sungguh langkah yang begitu mengagumkan banyak orang, tapi tidak untuk petinggi militer Amerika, Kerena keyakinannya sebagai Muslim dan tujuan mulianya itu, James Yee harus dituduh sebagai mata-mata, disiksa, dilecehkan dan ditahan di sebuah penjara paling menyeramkan dan paling biadab di dunia, Penjara Guantanamo Kuba. Namun ternyata dia tidak lari dari masalah, justru dia makin hidup dalam kekaguman banyak orang.
Kita harus mulai menjadikan tauhid sebagai dongkrak yang mampu menjadikan diri ini produktif dan tidak menjadi bagian dari beban bangsa. Kita harus bangga dengan nilai-nilai ilahiyah dan kekayaan alam negeri ini dan berusaha menjadi lokomotif untuk mengadvokasi supaya negeri ini mampu menegakan keadilan, kesejahteraan dan kedamaian. Kitalah perubahnya, bukan Imam Mahdi yang entah kapan datangnya. Mulailah dari kita, dari sekarang, dan dari apa yang kita mampu lakukan. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib-keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. (QS. Ar Ra’du : 11)
Kita harus segera menyelamatkan ummat ini, yang sudah terseret jauh ke hilir pemikiran dan idiologi barat. Saat ini, ummat sudah terlanjur cinta, patuh dan loyal terhadap konsep kapitalisme, sosialisme, liberalisme, sekulerisme dan komunisme. Yang mana produk manusia ini sangat sarat dengan dimensi hedonistik dan kenikmatan sesaat, serta dipastikan akan hancur dan membawa kenihaan bagi manusia. Allah SWT telah mengingatkan kita, bahwa dunia hanyalah tempat singgah yang sangat singkat dan akhirat merupakan tujuan utama manusia yang abadi.
Kita harus sadar, bahwa harta yang banyak, bisnis yang lancar, keuntungan dunia yang melimpah, sesungguhnya tidak menjamin seseorang mendapat kebahagian. Walau kenyataanya, mayoritas manusia telah diajarkan orang barat bagaimana sukses berbisnis dengan manusia dan bagaimana hidup kaya raya, tapi mereka sangat anti agama, akhirnya mereka berada dalam kehidupan yang gersang, rohani yang kering kerontang, hidup hampa tanpa makna. Sehingga banyak di antara mereka melampiaskan kegersangan hati mereka dengan mabuk-mabukan, konsumsi narkoba, freesexs, judi, zina, dan prilaku-prilaku keji lainnya. Lebih parahnya, kebiasaan buruk orang barat ini diikuti oleh ummat Islam, tapi yang baik dan bermutu dari mereka dilupakan dan di campakan.
”Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir”. (QS. At-Taubah (9):55).
Hidup Adalah Ladang Untuk Berbisnis Dengan Tuhan!
Indahnya berbisnis dengan Tuhan, hadir pada tempat dan waktu yang sangat tepat. Karena ia ada di saat terjadi krisis internal ummat Islam, baik krisis keyakinan (iman), motivasi, attitude atau integritas yang menjadi modal utama kesuksesan. Ditambah lagi sudah terjadi kristalisasi pembusukan dan pencemaran besar-besaran terhadap syariat yang sangat sakral, yang menjadi kekuatan utama kebangkitan dan kesuksesan kaum muslimin. Akibatnya terjadi krisis keyakinan dan hilangnya kebanggaan terhadap nilai-nilai kebenaran, bahkan sebagian orang Islam justru cenderung memusuhi syari’at Islam.
Hari ini, semoga anda mengingat kembali, bahwa hidup adalah kumpulan tantangan dan masalah yang harus diselesaikan, bukan untuk dikeluhkan apalagi ditinggalkan. Hidup adalah ladang berbisnis dengan Allah SWT, dan proses transaksi untuk menyelamatkan diri, keluarga dan ummat dari kebodohan, kehinaan, kesusahan, penderitaan dan azab api neraka. Keimanan bahwa kita adalah penunggang taqdir kesuksesan, semestinya disertai dengan kesiapan bekal dalam menjemputnya, dengan apapun resikonya dan bagaimanapun beratnya.
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, yaitu kebahagiaan negeri akhirat. Dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dan kenikmatan dunia dan berbuatlah baiklah kamu dengan orang lain, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. (QS. 28 : 77).
Harapannya, dengan jumlah ummat Islam di seluruh dunia tidak kurang dari 1.3 milyar. Jumlah yang sangat fantastic dan luar biasa, dengan sumber daya alamnya sangat dahsyat. Mayoritas berada di 57 negara dengan letak georafisnya sangat strategis. Artinya ummat Islam di dunia ini memiliki potensi yang sangat besar, bukan hanya memiliki kitab suci Al-Qur’an yang tiada tertandingi dan tidak pernah berubah serta tidak akan pernah mampu diubah, namun jumlah SDM dan kekayaannya begitu melimpah. Bangsa yang sangat berpotensi menjadi kekhalifahan yang agung, yang dapat menebarkan kasih sayang, kedamaian, keamanan, keadilan dan kesejahteraan kepada seluruh penghuni jagad raya ini, tanpa memandang perbedaan suku, bahasa, negara dan latar belakang agama.
Nabi Palsu Sengaja Dibuat Untuk Menghilangkan Trust Ummat Kepada Muhammad SAW!
Agama Islam kuat karena punya sosok manusia yang paling mulia dan paling agung, pribadi yang menjadi panutan dalam semua dimensi kehidupan, yang memiliki sifat yang sangat istimewa, shidddiq (integritas), amanah (tanggung jawab), Fathanah (profesional), Tabligh (kepemimpinan), itqon dan istiqomah (integritas). Tidak pernah ada celah dusta dalam kehidupannya, walaupun anda menggalinya sampai ujung langit, karena jika ada setitik saja dusta dalam kehidupannya, maka Islam tidak akan pernah sampai ke pelosok negeri. Islam akan musnah di tengah kehidupan orang Arab dan kaum yahudi yang sangat peka dan ambisius untuk mencari kesalahan Rasulullah. Jika di zaman modern ini, masih ada yang mencari kesalahan Rasulullah, maka sebenarnya sudah ketinggalan zaman dan menunjukan mereka lebih bodoh dari kehidupan Arab Baduy yang tidak baca dan tidak bisa menulis dengan moral paling bejat sejagat raya.
Dengan hadirnya Muhammad SAW, maka kita memiliki kita suci Al-Qur’an yang penuh dengan kebenaran dan kebaikan. Kitab suci yang menjadi pedoman sejak 14 abad, kalimatnya dan hurufnya tidak akan pernah berubah dan tidak akan pernah tertandingi, tidak pernah butuh revisi, tidak pernah bertentangan dengan fitrah manusia. Yang Justru semakin canggihnya ilmu pengetahuan dan semakin cerdasnya masyarakat, maka semakin terungkap tabir kebenaran yang mungkin belum pernah terfikirkan sebelumnya oleh manusia. Munculnya isu Islamic Terorism, Islam Fondamentalis, adanya nabi palsu, ayat-ayat palsu, ajaran Islam palsu, yang sengaja dibuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menghilangkan trust terhadap sosok Muhammad SAW, adalah bagian dari tantangan kita, yang sudah ada sejak nabi Adam. Kita harus semakin yakin bahwa propaganda mereka tidak akan pernah merubah, mengurangi atau menghilangkan kebenaran al-Qur’an, karena Allah yang akan menjaganya. Mereka musuh Allah, menginginkan suatu hari setiap gang, setiap RT dan RW muncul nabi-nabi palsu dan aliran-aliran palsu. Anda jangan pernah terjebak dengan makar nereka, karena mereka sangat licik dan pandai berdusta, maka anda seharusnya lebih bersemangat untuk belajar, supaya lebih pandai dan lebih cerdas dari mereka.
“Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabbmu (Al Qur’an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan menemukan tempat berlindung selain daripada-Nya. Dan bersabarlah kamu bersama-sama orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya”. (QS. 18 : 27-28).
Masuklah Ke Dalam Islam Secara Sempurna, Maka Anda Akan Selamat!
Ajaran Islam adalah jalan hidup manusia yang penuh dengan keadilan, kemaslahatan dan berisi tentang semua kebutuhan manusia. Yang memberikan peta perjalanan hidup yang sangat jelas dan akurat kepada anda, dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali, dari mulai anda lahir sampai anda masuk ke liang lahat. Imam As-Syahid Hasan Al-Banna mengatakan. “Islam adalah sistem yang menyeluruh, mencakup seluruh aspek kehidupan. Maka ia adalah negara dan tanah air, atau pemerintahan dan umat, moral dan kekuatan, atau kasih sayang dan keadilan, wawasan dan undang-undang atau ilmu pengetahuan dan hukum, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan harta, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran. Sebagaimana juga ia adalah akidah yang murni dan ibadah yang benar, tidak kurang tidak lebih”.
Sebenarnya banyak di antara kaum muslimin yang telah sukses dalam hidup ini, dan mampu memberikan kontribusi kongrit untuk kemanfaatan dan kemashlahatan dunia. Sebut saja, Ahli kedokteran & Ahli Sains seperti Al-Jabar, Ibnu Sina, Ar-Razi, Az-Zahrawi, Ibnu Nafis, Jabir bin Haitsam, al-Khawarizmi. Ahli sejarah dan Ahli Bahasa seperti Ibnu Ishaq, Dzahabi, Abu Aswad Duali, Khalil, Fairuz Abadi, dll, yang hidup pada abad ke 2 s.d 10 Hijriyah. Karya-karya mereka menjadi rujukan utama di universitas-universitas terkenal dan terlama di Eropa sampai saat ini. Namun sayangnya, yang terlihat dan teropinikan selama ini, justru keterbelakangan dan kebodohan ummat Islam.
Inilah Jalan Terbaik Kita!
Siapapun kita, dimanapun kita berada dan kapanpun kita hidup, yakinlah bahwa berbisnis dengan Tuhan adalah jalan terbaik untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki. Berbaik sangkalah kepada sang Maha Pencipta, maka Dia akan tunjukan jalan Kemenangan itu. Allah berfirman dalam hadits qudsi “Sesungguhnya Aku berada di atas prasangka hamba-hambaKu” (HR.Bukhori Muslim).
”Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat”. (QS. An-Nasr (110):1-3). Sekarang, apakah anda siap menjadi Imam Mahdi?
SUMBER :
http://ayi-ibet.blogspot.com/2008/04/tuhan-menginginkan-imam-mahdi-dari.html
Tafsir Gerhana, Imam Mahdi, dan Kiamat Menjelang
TERJADINYA gerhana bulan dan matahari di bulan Ramadan memunculkan beragam sikap di masyarakat. Komunitas Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang dipimpin Ustad Abu Bakar Ba'asyir menangkap fenomena ini sebagai telah dekatnya kehadiran Imam Mahdi. Sementara di Bandung, sedikitnya 280 jemaat --dari segala usia-- pimpinan Mangapin Sibuea menantikan hari kiamat pada Senin, 10 November lalu.
Kiamat urung tiba. Dan, jemaat Mangapin Sibuea dievakuasi aparat kepolisian, lengkap dengan ejekan, cemoohan, dan umpatan dari masyarakat. Tapi, mereka tetap berkeyakinan bahwa kiamat akan hadir sungguh-sungguh, nanti, pada 2007.
Dalam pandangan Islam, sebelum kiamat benar-benar terwujud, Imam Mahdi muncul ke permukaan bumi. Dia bertempur habis-habisan dengan Dajjal. Akhirnya, Dajjal terkalahkan, setelah Imam Mahdi --menurut sebagian riwayat-- dibantu Isa Al-Masih yang turun ke bumi.
Kehadiran Imam Mahdi yang sudah mendekati waktunya itulah yang ditangkap komunitas MMI. Adalah Fauzan Al-Anshari, Ketua Departemen Data dan Informasi MMI, yang sudah empat bulan ini sibuk memberikan ceramah dan diskusi tentang hadirnya Imam Mahdi. Ia berkeliling ke berbagai daerah, dengan tugas utama menyosialisasikannya. Fauzan dengan semangat menggebu-gebu begitu yakin bahwa kehadiran Imam Mahdi itu terkait dengan gerhana bulan dan matahari yang terjadi pada bulan suci Ramadan kali ini.
Fauzan tak mengada-ada. Ia menyandarkan argumentasinya itu pada hadis yang diriwayatkan Daruqutni dalam "sunan"-nya. Adalah Muhammad bin Ali berkata, "Sesungguhnya, Al-Mahdi yang kita nantikan itu memiliki dua mukjizat yang belum pernah terjadi semenjak Allah menciptakan langit dan bumi, (yakni) bulan mengalami gerhana pada malam pertama (awal) bulan Ramadan, sedangkan matahari mengalami gerhana pada pertengahan bulan itu, dan kedua hal itu belum pernah terjadi sejak Allah menciptakan langit dan bumi."
uga ada hadis yang diriwayatkan Nu'aim bin Hammad, guru Imam Bukhari, dalam kitabnya, Al-Fitan, "Bila telah muncul suara pada bulan Ramadan, maka akan terjadi huru-hara pada bulan Syawal.... Kami bertanya, 'Suara apakah, ya, Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Pada pertengahan bulan Ramadan, pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat pada tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan salat subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah, tutuplah pintu, sumbatlah lubang (ventilasi)-nya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian mendengar suara menggelegar, maka bersujudlah kepada Allah dan ucapkanlah: subhaanal-quddus, subhaanal-quddus, rabbunal-quddus! Karena, barang siapa melakukan hal itu akan selamat, tetapi siapa yang tidak melakukan hal itu akan binasa'."
Tak berhenti sampai di sini. Setelah terjadi dua gerhana di bulan suci Ramadan, lalu ada ledakan di dalamnya. Peristiwa berikutnya adalah huru-hara pada bulan Syawal. Di bulan Zulkaidah akan terjadi konflik antarsuku dan perselisihan antarnegari umat Islam. Lalu, pada bulan Zulhijah, di musim haji, akan terjadi perampokan terhadap para jamaah haji dan peperangan antarsuku dan bangsa muslim. Darah mengalir di Jumrah Aqabah. Berikutnya adalah munculnya Imam Mahdi, yang akan dibaiat kaum muslimin pada hari Asyura (10 Muharam).
Hadis yang dikutip Fauzan itu berasal dari dua buku karya ilmuwan asal Mesir, Amin Muhammad Jamaluddin, Huru-hara Akhir Zaman: Penjelasan Terakhir untuk Umat Islam, dan Umur Umat Islam: Kedatangan Imam Mahdi & Munculnya Dajjal. Apa yang dikemukakan Fauzan itu didukung penuh oleh Ustad Abu Bakar Ba'asyir.
Tak hanya Fauzan, beberapa aktivis MMI juga tengah menjadi tim sukses akan hadirnya Imam Mahdi. Itu dilakukan di setiap ceramah dan pengajian-pengajian yang mereka lakukan. Dan buku Amin Jamaluddin menjadi pegangannya. Juga beredar poster-poster yang diterbitkan Granada Solo. Isinya, antara lain, bertajuk Petaka Akhir Zaman dan Imam Mahdi versus Dajjal.
Di Koperasi Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, poster-poster tersebut bisa dibeli dengan harga Rp 8.000 per poster. Ada delapan poster yang diterbitkan, tapi hanya tiga yang berkait langsung dengan Imam Mahdi. Baik buku maupun poster laris manis, terjual ribuan ribuan --bahkan puluhan ribu-- eksemplar.
Meski gencar mempromosikan hadirnya Imam Mahdi, tak ada ritual khusus dalam menyongsong kehadiran dua gerhana di bulan Ramadan ini. Hanya, ketika mendengar suara keras di tengah-tengah bulan Ramadan, orang muslim dianjurkan bersujud dan berdoa: subhanal-quddus, subhanal-quddus....
Adapun dua buku Amin Jamaluddin itu dua bulan lalu dibedah di Pondok Pesantren Ngruki, Solo, Jawa Tengah, yang diasuh Ustad Abu Bakar Ba'asyir. Sebelumnya, buku tersebut pernah beberapa kali dibahas di beberapa tempat di Solo. Bahkan, bagi santri di Ngruki dan Pondok Pesantren Al-Islam, Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur, tak lagi asing dengan dua buku itu.
Dalam pandangan Ustad Abdurrahman, putra Ustad Abu Bakar Ba'asyir, dua buku karya Amin Jamaluddin itu lebih bersifat memberi teguran pada umat Islam. "Bahwa umat Islam itu sekarang sudah berada di depan mulut singa," katanya.
Karena itu, persiapan fisik menyambut Imam Mahdi pun dilakukan. Ini dilakukan Ustad Muhammad Zakaria, pengasuh Pondok Pesantren Al-Islam, Tenggulun. Zakaria, yang pernah nyantri di Ngruki dan pengagum berat Ustad Abu Bakar Ba'asyir, percaya bahwa kehadiran Imam Mahdi sudah dekat. Karena itu, ia menyerukan kepada umat Islam agar mempersiapkan diri.
Caranya? "Ya, dengan bekal takwa. Kapan pun Imam Mahdi datang, kita sudah siap," tutur Zakaria kepada M. Syaifullah dari GATRA. Zakaria juga mempersiapkan santrinya secara fisik. Ini karena Zakaria berkeyakinan, kedatangan Imam Mahdi nanti akan menimbulkan perang fisik. "Lho, nanti kan akan terjadi perang dengan orang kafir," katanya, enteng.
Sinyal-sinyal itu sudah ada. Menurut Zakaria, penyerangan atas Irak, Afghanistan, dan berkumpulnya pasukan Eropa di kawasan Kuwait merupakan pertanda bahwa perang antara umat Islam dan non-Islam sudah terjadi.
Tapi, rupanya, kalangan MMI sendiri belum bulat pendapat. Ketua Tanfidiyah MMI, Irfan Suryahadi Awwas, punya pandangan beda. Ia meyakini bahwa Imam Mahdi itu ada dan akan hadir. "Tapi, kapan dan siapa itu, tak ada penjelasan. Itu rahasia Allah," katanya. Itu sebabnya, menurut Irfan, pihaknya kini sedang meneliti kesahihan hadis-hadis di seputar Imam Mahdi tersebut.
Keruan saja, sikap yang ditunjukkan Fauzan dan kawan-kawan menuai kontroversi, baik dari kalangan salafi, semisal Ustad Ja'far Umar Thalib, maupun dari kelompok liberal seperti Zainun Kamal. Mantan Panglima Laskar Jihad, Ja'far Umar Thalib, tak mau mengaitkan dua gerhana itu dengan kehadiran Imam Mahdi. Baginya, Imam Mahdi, sebagai sosok orang yang berilmu dan pemimpin umat, akan hadir tapi tak ada kaitannya dengan dua gerhana di bulan Ramadan ini.
Begitu pula Zainun Kamal. Dalam pandangan dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri Jakarta ini, adanya sosialisasi terhadap Imam Mahdi adalah cerminan umat Islam yang frustrasi. "Ini merupakan kemunduran," ujarnya. Tentang Imam Mahdi itu, Zainun menyandarkan pendapatnya pada ulama asal Iran, Murtadha Mutahhari.
Dalam pandangan Murtadha, Mahdi itu kan artinya yang memberi petunjuk. Ia tak akan datang kalau kita tidak berusaha semaksimal mungkin. Keadilan juga tak akan datang kalau kita tidak berjuang sungguh-sungguh. Keberhasilan dari usaha itulah yang disebut Mahdi datang. Sifatnya simbolis. "Jadi, jangan dianggap person atau pribadi yang akan datang," kata Zainun, yang selalu menekankan untuk menyikapi persoalan secara cerdas.
Pendapat senada dilontarkan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqiel Siraj. "Imam Mahdi itu sebagai perlambang kemenangan kelompok-kelompok yang membela kebenaran mengalahkan kezaliman," tuturnya. Dalam pandangan Said, Imam Mahdi datangnya mendekati hari kiamat. "Dan, menurut saya, hari kiamat masih jauh. Masih banyak orang salat, masih banyak orang baik-baik," ia menjelaskan. "Di Jakarta saja masih banyak orang baik. Belum tahu karaoke, belum tahu mandi uap, belum tahu massage," kata Said, sembari mengumbar tawa.
Lain lagi pendangan Rektor IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Amien Abdullah. Menurut dia, fenomena alam seperti gerhana itu selalu memunculkan mitos yang diyakini masyarakat tertentu. "Apalagi kalau dilegitimasi dengan hadis," tuturnya. Amien melihat hal itu wajar-wajar saja. Tentang pertanda munculnya Imam Mahdi? Dengan enteng, Amien mengatakan bahwa hal itu boleh-boleh saja. "Pertanda itu kan bisa 1.000 atau 2.000 tahun lagi kejadiannya?" ia menambahkan.
Bila dirujuk pada teks hadis yang berkaitan dengan Imam Mahdi, derajatnya dari yang sahih, hasan, sampai daif (lihat kolom Ali Mustafa Yakub), persoalannya menyangkut keyakinan. Dalam pandangan sebagian komunitas MMI, umat Islam dunia sudah mulai ditindas pihak Barat yang beda agama. Ketika menemukan hadis tentang dua gerhana di bulan suci, mereka pun yakin bahwa Imam Mahdi segera hadir. Andaikan tak jadi hadir, tiada merubah keyakinan mereka. Bukankah setiap peristiwa alam --meminjam istilah Amien Abdullah-- akan memunculkan mitos?
SUMBER :
Herry Mohammad, Luqman Hakim Arifin, dan Sujoko
[Laporan Utama, GATRA, Edisi 1 Beredar Jumat 14 November 2003]
Benarkah, Oktober 2015 Imam Mahdi akan Muncul ?
Imam Mahdi yang ditunggu…
Banyak buku yang menceritakan dan menjelaskan secara detail urutan kejadian menjelang hari kiamat tiba,tapi tidak ada buku yang menunjukkan secara pasti kapan terjadinya huru hara akhir jaman menjelang Alloh menurunkan kiamat Qubra bagi umat manusia dan seisinya…
Hanya ada satu buku yang begitu berani menunjukkan secara pasti kapan urutan terjadinya peristiwa2 yang menyertai huru hara akhir jaman tersebut menjelang kiamat.Buku ini cukup berani dengan mengambil penghitungan berdasarkan hitungan rahasia Alquran yang dengan metode tertentu dapat mengetahui peristiwa yang telah terjadi dan akan terjadi..Sungguh tidak ada niat dari penulis(Jaber Bolushi) untuk mendahului kehendak Alloh,semua hanya merupakan pembenaran dan pencarian yang mendalam dari begitu banyak firman Alloh yang menyuruh kita untuk berfikir Afalaa ta’Qiluun..??Buku tersebut dari judulnya saja sudah sangat memancing orang awam untuk menyentuh sekaligus menyingkirkan dari rak tokobuku kemudian memasukan kekeranjang belanjaan. Memang banyak hadits yang dikutip oleh penulis adalah berasal dari periwayatan Ahlul Bait,yang bagi kita dan sebagian muslim Indonesia masih awam tentang hal tersebut.
Buku ini adalah karya dari Jaber Bolushi yang berjudul “OKTOBER 2015 IMAM MAHDI AKAN DATANG”…
Saya baru mengetahui buku ini ketika sebuah kajian yang dilakukan oleh Sekjen Forum Arimatea Ust.Diki Chandra beberapa waktu yang lalu,beliau menyinggung tentang Amanat Agung yang akan digenapi pada tahun 2020 rencana besar ini ingin menjadikan Indonesia sebagai negara tuaian akhir jaman. Hingga akhir tahun 90an,muslim Indonesia mayoritas sekitar 87% sedangkan untuk saat ini umat kristen sudah mendekati 20%,dan mereka akan berusaha terus untuk menjadikan Penduduk Indonesia minimal muslimnya hanya tinggal 50% saja,berbagai macam cara telah mereka lakukan..
Ternyata ada kemiripan tahun tentang kejadian besar yang terjadi rentang waktu antara tahun 2020-2022 tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam buku tersebut.
Sedikit resensi dari buku tersebut seperti berikut ini:
> Ramalan Taurat
> Awal dan Akhir Israel dalam Al-Quran
-berdasarkan rahasia angka yang terdapat pada surah Al-isra dan basmallah dan banyak ayat lainnya, negara Israel akan hancur pada tahun 2022 Masehi atau tahun 1443 Hijriah.
> Kedatangan Imam Mahdi
Terjadi pada oktober 2015 atau tepatnya 10 muharam hijriah pada tahun tersebut, disertai dengan beberapa peristiwa besar sebelumnya hingga tahun 2014.seperti asteroid yang hampir menabrak bumi,yang mengakibatkan bencana alam yang belum pernah terjadi sejak nabi adam,Dengan kebijakan presiden yang baru(kemungkinan besar Barack Obama,yang mempunyai ayah seorang muslim)Tentara amerika akan keluar dari Iraq kemudian menjajah sudan untuk tujuan akhir menguasai mesir,kemudian akan terjadi beberapa pertempuran hebat,dan peristiwa lainnya akan menyertai hadirnya imam mahdi dari alam ghaibnya sebagai imam pembawa keadilan yang telah begitu ditunggu2 umat Islam(kristen dan yahudi juga mempunyai pandangan ttg sosok yang sama tetapi dengan pribadi yang berbeda)
> Kedatangan nabi Isa as
-Muncul tahun 2018
-Amerika akan hancur pada tahun 2019 bukan karena perang tetapi Alloh yang mengazab mereka seperti yang telah terjadi dengan kaum A’d danTsamud terdahulu (Qs An-najm50-51) yaitu dihancurkan oleh bencana Alam dan peristiwa yang begitu dahsyat seperti topan,badai dll.
> Peristiwa Politik yang mewarnai kedatangan Imam Mahdi
-Masuknya kekuatan barat kemesir,mesir akan hancur
-Kemunculan sesorang dari Khurasan pada tahun 2009
-Kemunculan sesorang dari yaman pada tahun 2015
-Muncul seruan dari langit pada ramadhan 2015
-Munculnya dan hancurnya Yakjuj dan Makjuj(ada satu buku yang menceritakan bahwa yakjuj dan mkjuj ini adalah bangsa rusia atau bangsa ras kuning-cina,korea,jepang)
-Kematian seorang pemimpin Dzalim(Saddam HUsein dihukum gantung pada 30 des-2006 atau 9 zulhijah 1427 H ,kejadian ini juga sudah diriwayatkan)
Jika ingin jelas silahkan cari buku tersebut ditoko buku digramedia dengan harga gak nyampe 50an ribu..atau kalo mo yg gratis silahkan searching aja pake paman google
Semua peristiwa diatas hanyalah sebuah ramalan yang semuanya hanya Alloh sajalah yang mengatur dan mengetahuinya…
Hanya kepada Alloh kita berserah diri…Jika ada yang membantahnya seperti yang dilakukan oleh pak Armansyah (saya termasuk salah satu pengagum tulisan2 beliau diswaramuslim),semoga bisa menjadi penyeimbang dan memperkaya khasanah keilmuan tentang Mahdiy..
Tentang buku ini,kita ambil positifnya saja,semoga setelah membacanya,dapat menambah kekuatan iman kita serta menjadikan diri lebih bertaqwa dan berserah diri atas semua yang telah,sedang dan akan Alloh tentukan kepada kita…
Semoga Hidayah dan karunia Alloh serta kekuatan iman dan Islam selalu menyertai kita hingga napas dan nyawa kita diambil kembali oleh sang Penguasa jiwa….
Sumber :
http://kafilahsyuhada.wordpress.com/2008/08/05/oktober-2015-imam-mahdi-muncul/
