Sekedar Berbagi Tulisan, Semoga Bisa Bermakna

welcome

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Telah membuat perumpamaan kalimat yang baik; seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk; seperti pohon yang buruk, yang Telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. (QS:Ibrahim ayat 24 - 26)

Buat teman-teman, Saya ucapin "Selamat Datang di Blog saya yang baru". Lewat blog ini, saya hanya ingin share tulisan tentang pengalaman, cerita, ilmu ataupun sesuatu pengetahuan yang mungkin bisa bermanfaat buat kawan-kawan semua atau setidaknya sedikit banyak bisa memberi manfaat bagi teman-teman yang sudah membacanya. Saya juga harapkan adanya kritikan yang membangun dari kawan-kawan semua demi terciptanya blog saya agar lebih bagus lagi dari segi kualitas isi dan bacaannya. AMIN

Penemu Benua Amerika


Dengan maksud tertentu, penulisan sejarah dapat saja diselewengkan dari kejadian yang sebenarnya. Entah maksudnya apa, kadang sulit untuk kita memahami mengapa hal itu dilakukan. Seperti misalnya sejarah tentang penemuan Amerika.

Sejarah resmi selama ini mengatakan bahwa Christopher Columbus-lah yang menemukan daratan luas yang kemudian disebut Amerika tersebut. Apakah hal ini benar?

Christopher Columbus ternyata tidak benar bila disebut sebagai penemu Amerika. 71 tahun sebelum Columbus menjejakkan kaki di Amerika, daratan yang disangkanya India, Laksamana Muslim dari China bernama Cheng Ho (Zheng He) telah mendarat di Amerika, tepatnya pada tahun 1421. Bahkan berabad sebelum Cheng Ho, pelaut-pelaut Muslim dari Spanyol dan Afrika Barat telah membuat kampung-kampung di Amerika dan berasimilasi secara damai dengan penduduk lokal disana. Penemu Amerika bukanlah Columbus. Penemu Amerika adalah Umat Islam. Mereka menikah dengan penduduk lokal, orang-orang Indian, sehingga menjadi bagian dari local-genius Amerika.

Ada sejumlah literatur berdasar fakta-fakta empirik bahwa umat Islam sudah hidup di Amerika beberapa abad sebelum Columbus datang. Salah satunya yang paling populer adalah essay Dr. Youssef Mroueh dari Preparatory Committee for International Festival to Celebrate the Millennium of the Muslim Arrival to the Americas, tahun 1996, yang berjudul "Precolumbian Muslims in America".

Dalam essaynya Dr. Mroueh menulis, "Sejumlah fakta menunjukkan bahwa Muslimin dari Spanyol dan Afrika Barat tiba di Amerika sekurang-kurangnya lima abad sebelum Columbus. Pada pertengahan abad ke-10, pada waktu pemerintahan Khalifah Umayyah, yaitu Abdurrahman III (929 - 961 M), kaum Muslimin yang berasal dari Afrika berlayar ke Barat dari pelabuhan Delbra (Palos) di Spanyol, menembus 'samudera yang gelap dan berkabut'. Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang 'tak dikenal dan aneh'. Ada kaum muslimin yang tinggal di negeri baru itu, dan inilah kaum imigran Muslimin gelombang pertama di Amerika."

Ada banyak literatur yang membuktikan adanya kehadiran Muslimin gelombang pertama ke Amerika jauh sebelum zaman Columbus. Bukti-bukti itu antara lain:

Abul-Hassan Ali Ibnu Al-Hussain Al-Masudi merupakan pakar sejarah dan geografi yang hidup dari tahun 871-957 M. Dalam karyanya berjudul "Muruj adh-dhahah wa maad aljawhar" (Hamparan Emas dan Tambang Permata), Abu Hassan menulis bahwa pada waktu pemerintahan Khalifah Abdullah Ibn Muhammad (888-912), penjelajah Muslim Khasykhasy Ibn Sa'ied Ibn Aswad dari Cordova-Spanyol, telah berlayar dari Delba (Palos) pada 889 (ini berarti lebih dari 5 abad sebelum Columbus!), menyeberang samudra yang gelap dan berkabut dan mencapai sebuah negeri yang asing (al-ardh majhul) dan kembali dengan harta yang menakjubkan. Pada peta Al-Masudi terbentang luas negeri yang disebutnya al-ardh majhul.

Leo Weiner, pakar sejarah dari Harvard University, dalam bukunya "Africa and the Discovery of America" (1920) menulis bahwa Columbus telah mengetahui kehadiran orang-orang Islam yang tersebar seluas Karibia, Amerika Tengah dan Utara, termasuk Kanada. Mereka berdagang dan telah melakukan asimilasi perkawinan dengan orang-orang Indian dari suku Iroquois dan Algonquin.

Columbus dan para penjelajah Spanyol serta Portugis mampu berlayar menyeberang Samudra Atlantik dalam jarak sekitar 2400 km, adalah karena bantuan informasi geografis dan navigasi dari peta yang dibuat oleh pedagang-pedagang Muslimin, termasuk informasi dari buku tulisan Abul Hassan Al-Masudi yang berjudul Akbar az-Zaman. Juga tidak banyak diketahui bahwa Columbus dibantu oleh dua orang nakhoda Muslim pada waktu edisi pertamanya menyebrang transatlantik. Kedua kapten Muslim itu adalah dua bersaudara Martin Alonso Pinzon yang menakhodai kapal Pinta, dan Vincente Yanez Pinzon yang menakhodai kapal Nina. Keduanya adalah hartawan yang mahir dalam seluk beluk perkapalan. Bersaudara Pinzon ini masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan Abuzayan Muhammad III, Sultan Maroko dari dinasti Marinid (1196-1465). (Thatcher, John Boyd: Christopher Columbus, New York, 1950)

Columbus menulis bahwa pada hari Senin, 21 Oktober 1492, sementara ia berlayar dekat Gilbara pada bagian tenggara pantas Cuba, Columbus menyaksikan masjid di atas puncak bukit yang indah. Reruntuhan beberapa masjid dan menaranya serta tulisan ayat Al Quran telah didapatkan di berbagai tempat seperti Cuba, Mexico, Texas dan Nevada. (Thatcher, John Boyd: Christopher Columbus, New York, 1950)

Para antropologis telah menemukan prasasti dalam bahasa Arab di lembah Mississipi dan Arizona. Dari prasasti itu diperoleh keterangan bahwa imigran itu membawa juga gajah dari Afrika. (Winter, Clyde Ahmad: Islam in Early North and South America, Al Ittihad, 1977)

Dr. Barry Fell dari Harvard University menulis bahwa fakta-fakta ilmiah telah menunjukkan bahwa berabad-abad sebelum Columbus, telah bermukim kaum Muslimin di Benua Baru dari Afrika Utara dan Barat. Dr. Fell mendapatkan adanya sekolah-sekolah Islam di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe dan Hickison Summit Pass (Nevada), Mesa Verde (Colorado), Mimbres Valley (New Mexico) dan Tipper Canoe (Indiana) dalam tahun-tahun 700-800. (Fell, Barry: Saga America, New York, 1980)

Menurut Dr. Youssef Mroueh, sekarang saja terdapat tidak kurang dari 565 nama tempat di Amerika Utara, baik di negara bagian, kota, sungai, gunung, danau dan desa yang diambil dari nama Islam ataupun nama dengan akar kata bahasa Arab. Sebanyak 484 di Amerika Serikat dan 81 di Kanada. Ini merupakan bukti yang tak terbantahkan bahwa Islam telah ada disana sebelum Columbus mendarat.

Jelas, penemu Amerika sama sekali bukan Columbus, tetapi para pionir pelayaran dunia, yakni pelaut-pelaut Islam yang ulung...



Sumber:
eramuslim digest, Edisi Koleksi IV, 2009

0 komentar:

Poskan Komentar